GuidePedia
BREAKING NEWS

Selasa, 29 Mei 2018

Tim Robotik MAN 3 Jakarta berbagi pengetahuan dan pengalaman pada mahasiswa Pesantren Literasi dan Sains Islam di Jakarta Islamic Center


JAKARTA (Humas MAN 3 Jkt) – Jakarta Islamic Centre (JIC) menggelar Pesantren Literasi dan Sains Islam. Kegiatan tersebut diadakan di JIC, Koja, Jakarta Utara, 25-27 Mei 2018.
“Pesantren Literasi dan Sains Islam ini merupakan kerja sama JIC dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI)-NU DKI Jakarta yang didukung oleh Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (PTDII) dan the Islamic Science Research Nerwork (ISRN)-Uhamka,” kata Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC, Rakhmad Zailani Kiki.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti oleh 20 mahasiswa/i. “Mereka berasal dari Kampus PTDII, STAI Al-Aqidah, YAI, Unindra, Universitas Terbuka (UT) dan para mahasiswi yang tergabung dalam KPM (Komunitas Pencinta Masjid) Jakarta,” ujarnya.
Kiki mengemukakan, metode pembelajaran di pesantren ini menggunakan Move Method dari Inwent, Jerman yang menuntut interaksi dan partisipasi penuh peserta. “Narasumber hanya fasilitator dan moderator, dengan mengedepankan presentasi peserta dan diskusi kelompok,” ungkapnya.
Peserta dibagi dalam lima kelompok diskusi dengan tema besar Disruptive Technology Industry 4.0. Tema besar tersebut diturunkan dalam lima sub tema untuk lima kelompok, yakni: 1) Robotic, 2) Artificial intelligence (AI), 3) Brain Computer Interface (BCI), 4) Cybernetic Organism (Cyborg) , dan 5) Hologram Body (Tubuh Hologram) yang terkait dengan ancaman, tantangan dan peluang bagi ajaran Islam, umat Islam dan kemanusiaan (humanisme).
Sementara itu, Tim Robotik MAN 3 Jakarta memberikan materi tentang Kecerdasan buatan dan Robotika. materi tersebut diberikan langsung oleh pembina ekskul ICT MAN 3 Jakarta, Ratno Pudjianto, S. Kom. “Harapan saya, dengan adanya pesantren ramadhan berbasis sains ini akan membuka bagi para peserta (pelajar dan mahasiswa) islam akan begitu pentingnya pengetahuan teknologi dan dunia robotik bagi umat islam terutama generasi mudanya”. demikian kata Ratno.
Setelah pemberian materi, peserta yang sudah dibagi kelompok diskusinya masing-masing diajak untuk berbagi pengetahuan dunia robot dengan didampingi oleh TIM Robotik siswa MAN 3 Jakarta dan peserta juga memperagakan robot-robot yang dimiliki oleh MAN 3 Jakarta.
Kiki mengatakan, diharapkan dari pesantren ini peserta dapat terbuka wawasannya dan memahami tentang kondisi terkini dari ancaman dan tantangan perkembangan Disruptive Technology Industry 4.0.
“Sehingga, dapat menjadi bahan dakwah mereka di kampus dan lingkungan sekitarnya. Mereka juga diharapkan mampu berbuat dengan kemampuan dan keterbatasan mereka untuk menjadikan ancaman dan tantangan tersebut sebagai peluang membangun kembali kejayaan peradaban Islam,” papar Rakhmad Zailani Kiki. /sm
 
Copyright © 2014 MAN 3 Jakarta PIC TIK dan PIC Humas MAN 3 Jakarta.