GuidePedia
BREAKING NEWS

Senin, 25 April 2016

MATERI SEJARAH KELAS XII IPS

MATERI SEJARAH KELAS XII IPS

PROKLAMASI DAN PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI

Pada tahun 1944 Saipan jatuh ke tangan Sekutu. Pasukan Jepang di Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Kepulauan Marshall, dipukul mundur oleh pasukan Sekutu. Seluruh garis pertahanan Jepang di Pasifik sudah hancur dan bayang-bayang kekalahan Jepang mulai nampak. Jepang mengalami serangan udara di kota Ambon, Makasar, Menado dan Surabaya. Pasukan Sekutu telah mendarat di daerah-daerah minyak seperti Tarakan dan Balikpapan.

Pada tanggal 1 Maret 1945 Letnan Jendral Kumakici Harada, mengumumkan pembentukan BPUPKI dengan tujuan untuk menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka. Kepengurusan BPUPKI diketuai oleh dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat, Ketua Muda (Fuku Kaico) pertama : IcibangaseKepala Sekretariat : R.P. Suroso dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo. Peresmian BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 1945 bertempat di gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon, Jakarta. Dihadiri pula oleh dua pejabat Jepang, yaitu : Jenderal Itagaki (Panglima Tentara Ketujuh yang bermarkas di Singapura dan Letnan Jenderal Nagano (Panglima Tentara Keenambelas yang baru). Dikibarkan  bendera Jepang, Hinomaru oleh Mr. A.G. Pringgodigdo yang disusul dengan pengibaran bendera Sang Merah Putih oleh Toyohiko Masuda.

Pada sidang pertama pembahasan mengenai dasar negara Indonesia, pada kata pembukaannya, ketua BPUPKI, dr. Radjiman Wediodiningrat meminta pandangan para anggota mengenai dasar Negara Indonesia merdeka tersebut. Ada tiga usulan dasar negara pada saat itu yaitu :
Pada hari pertama persidangan pertama tanggal 29 Mei 1945,Muh. Yamin mengemukakan lima “Azas Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia” sebagai berikut :
1. Peri Kebangsaan;
2. Peri Kemanusiaan;
3. Peri Ke-Tuhanan;
4. Peri Kerakyatan;
5. Kesejahteraan Rakyat.
Dua hari kemudian pada tanggal 31 Mei 1945 Prof. Dr. Mr. Supomo  mengajukan Dasar Negara Indonesia Merdeka adalah sebagai berikut :
1. persatuan
2. kekeluargaan
3. keseimbangan
4. musyawarah
5. keadilan sosial  
Tanggal 1 Juni 1945 Ir. Sukarno mengemukakan pidatonya yang kemudian dikenal sebagai “Lahirnya Pancasila. Keistimewaan pidato Ir. Sukarno adalah selain berisi pandangan mengenai Dasar Negara Indonesia Merdeka, juga berisi usulan mengenai nama bagi dasar negara, yaitu : PancasilaTrisila, atau Ekasila Sidang memilih nama Pancasila sebagai nama dasar negara. Lima dasar negara yang diusulkan oleh Ir. Sukarno :
1. Kebangsaan Indonesia;
2. Internasionalisme atau peri-kemanusiaan;
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial;
5. Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

Tanggal 1 Juni 1945, sidang pertama BPUPKI berakhir. Kemudian “reses” selama satu bulan lebih. Tanggal 22 Juni 1945 BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang beranggotakan 9 orang. Musyawarah dari Panitia Sembilan ini kemudian menghasilkan suatu rumusan yang Oleh Muh.Yamin rumusan itu diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Rumusan draft dasar negara Indonesia Merdeka itu adalah :
1. Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya;
2. (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab;
3. Persatuan Indonesia;
4. (dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
5. (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Piagam Jakarta ini akhirnya menjadi pancasila dengan beberapa perubahan

Tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan, digantikan PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai). Anggota 21 orang PPKI, yaitu : 12 wakil dari Jawa, 3 wakil dari Sumatera, 2 wakil dari Sulawesi, 1 dari Kalimantan, 1 dari Sunda Kecil (Nusatenggara), 1 dari Maluku dan 1 dari golongan Cina. Ir. Sukarno ditunjuk sebagai ketua PPKI dan Drs. Moh. Hatta ditunjuk sebagai wakil ketuanya. Sedangkan Mr. Ahmad Subardjo ditunjuk sebagai penasehatnya.

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 MAN 3 Jakarta PIC TIK dan PIC Humas MAN 3 Jakarta.