GuidePedia
BREAKING NEWS

Senin, 25 April 2016

BIOLOGI Kelas X semester 2, Materi : PLANTAE

Kingdom plantae


Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kingdom plantae berisi semua tumbuhan multi-selular yang menggunakan sinar matahari dan air untuk menghasilkan makanan sendiri melalui proses yang disebut fotosintesis.
Hampir semua organisme hidup tergantung pada tumbuhan dalam beberapa cara. Yang paling penting, tumbuhan menghasilkan oksigen yang kita hirup. Hewan juga makan tumbuhan untuk mendapatkan energi. Organisme pada kingdom plantae berbeda dari kerajaan lain. Mereka semua mengandung klorofil yang diperlukan untuk melakukan fotosintesis, mereka diam dan tidak bisa bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dan dinding sel mereka mengandung selulosa. Selulosa adalah bahan yang memberikan bentuk atau struktur tumbuhan.
Ada lebih dari 260.000 spesies yang dikenal dari tumbuhan. Tumbuhan ini lebih lanjut terbagi menjadi sub-kingdom dan super-divisi. Divisi ini didasarkan pada bagaimana tumbuhan memperoleh air, metode reproduksi, dan ukuran mereka. Beberapa tumbuhan menyerap air melalui akar mereka sementara yang lain beredar melalui tubuh mereka. Beberapa tumbuhan menggunakan penyerbukan untuk mereproduksi sementara yang lain menghasilkan umbi yang dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru tanpa penyerbukan. Tumbuhan bisa sangat kecil atau tumbuh menjadi lebih besar sampai mencapai ketinggian 100 meter.

Ciri-ciri Kingdom Plantae

kingdom plantae memiliki ciri-ciri yang membedakan kingdom plantae dengan kingdom fungi dan beberapa jenis alga. Karakteristik tersebut antara ain:
  • Multiseluler (memiliki banyak sel)
  • Autrotrof (dapat membuat makanan sendiri)
  • Eukariotik
  • Terdapat dinding sel yang terbuat dari selulosa
  • Hidup di daratan atau perairan
  • Mendapatkan makanan dengan cara fotosintesis yang dibantu dengan cahaya matahari
  • Bereproduksi secara seksual (putik dan benang sari) maupun aseksual (cangkok, tunas, setek, dll)
Selain itu, plantae memiliki organ dan sistem organ. Memiliki daun untuk mengumpulkan sinar matahari yang digunakan untuk membuat glukosa. Memiliki akar untuk memperkokoh tumbuhan dan menyerap air. Alat reproduksi seksualnya adalah bunga.
Tumbuhan dikatakan telah berevolusi sebelum hewan dan terletak pada awal paling rantai makanan. Tanpa tumbuhan, sebagian besar organisme tidak bisa bertahan hidup. Untungnya, tumbuhan dapat tumbuh subur bahkan dalam kondisi paling keras. Bahkan daerah dingin tundra dari Bumi mengandung beberapa vegetasi.

Klasifikasi Kingdom Plantae

Pada klasifikasi makhluk hidup dalam lima kingdom, makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom Plantae adalah tumbuhan lumut (Briophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), dan tumbuhan biji (Spermatophyta). Berdasarkan perbedaan dan persamaan morfologisnya, tumbuhan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok tumbuhan tidak berpembuluh (Non Tracheophyta / Atracheophyta) dan kelompok tumbuhan yang berpembuluh (Tracheophyta). Pembuluh ini berfungsi untuk mengalirkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh.
Menurut Campbell (1998: 550), anggota Plantae dapat diklasifikasikan ke dalam 12 divisio, yaitu:
Tumbuhan tidak berpembuluh (Bryophyta)
  • Bryophyta
  • Hepatophyta
  • Anthocerophyta
Tumbuhan berpembuluh (pteridophyta dan Spermatophyta)
  • Anthophyta
  • Cycadophyta
  • Equisetophyta (Sphenophyta)
  • Ginkgophyta
  • Gnetophyta
  • Lycophyta
  • Pterophyta
  • Psilophyta
  • Pinophyta (Coniferophyta)  
 BRYOPHYTA
Lumut (dalam bahasa yunani : bryophyta) adalah sebuah divisi tumbuhan yang hidup didarat, yang umumnya berwarna hijau dan berukuran kecil (dapat tidak tampak dengan bantuan lensa), dan ukuran lumut yang terbesar adalah kurang dari 50 cm. Lumut ini hidup pada batu, kayu gelondongan, pepohonan, dan ditanah. Lumut tersebar hampir diseluruh belahan dunia, terkecuali didalam laut. Lumut mempunyai sel-sel plastid yang dapat menghasilkan  klorofil A dan B, sehingga dapat membuat makanan sendiri dan bersifat autotrof. Lumut termasuk kedalam kingdom plantae, yang mana kingdom plantae meliputi semua organisme yang multiseluler dan telah berdiferensiasi, eukariotik, dan dinding selnya mempunyai selulosa. Organisme yang termasuk kedalam plantae ini hampir seluruhnya bersifat autotrof (membuat makanan sendiri) dengan bantuan cahaya matahari saat proses fotosintesis.
CIRI – CIRI TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
  • Berukuran kecil dan jarang mencapai 15 cm
  • Bentuknya pipih seperti pita, dan adapula seperti batang dengan daun yang kecil
  • Sel-sel penyusun tubuhnya mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa

Batang dan daunnya mempunyai susunan yang berbeda,yaitu:
1. Selapis sel kulit, yang beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak seperti benang yang berfungsi sebagai akar dan menyerap makanan dari air dan garam mineral
2. Lapisan kulit dalam tersusun atas korteks, silinder pusat yang terdiri dari sel penunjang atau parenkim yang memanjang, tidak mengandung xilem dan floem
3. Silinder pusat, terdiri atas sel parenkim yang berguna untuk mengangkut ari
dan garam mineral.
  • Pertumbuhan pada lumut yaitu secara memanjang
  • Susunan gametangiumnya (arkegonium ataupun anteredium) mempunyai susunan yang khas, yang sering dijumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta), terutama arkegoniumnya. Arkegonium adalah gamet betina yang berbentuk seperti botol dan mengandung sel ovum, sedangkan anteredium adalah gamet jantan tabg berbentuk bulat dan mengandung sel spermatozoid
  • Daunnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis. Sel-sel daun kecil, mengandung kloroplas yang tersusun seperti jaring dan berbentuk sempit dan memanjang

Sporofit (sporogonium) terdiri atas:
1. Seta atau tangki
2. Vaginula, yaitu kaki yang diselubungi dinding arkegonium
3. Apofisis, yaitu ujung seta atau tangki yang melebar, merupakan peralihan antara seta dan kotak spora
4. Kaliptra atau tudung, yaitu berasal dari dinding arkegonium atas dan akan menjadi tudung kotak spora
5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora
  • Sistem reproduksi bersifat metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara seksual (gametofit) dan aseksual (sporofit). Reproduksi seksual membentuk gamet jantan dan betina dalam gametofit, sedangkan reproduksi aseksual dengan spora haploid terbentuk didalam sporofit
PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
Siklus hidup tumbuhan lumut bersifat metagenesis, karena bergantian antara reproduksi seksual dan aseksual. Awalnya sporofit menghasilkan spora yang akan menjadi protonema, dari protonema inilah gametofit terbentuk. Generasi gametofit ini punya satu sel kromosom yang disebut dengan haploid (n) dan gametofit ini menghasilkan gametangium (organ reproduksi) yang disebut dengan anteredium pada jantan dan arkegonium pada betina. Gametangium dilindungi oleh daun khusus (bract).
Anteredium berbentuk bulat dan menghasilkan sperma berflagela (anterezoid dan spermatozoid), sedangkan arkegonium berbentuk seperti botol yang memiliki bagian lebar disebut perut, dan ada bagian sempitnya yang disebut dengan leher.
Pembuahan (fertilisasi) sel telur oleh anterzoid membuahkan zigot dengan dua sel kromosom atau disebut dengan diploid (2n). Zigot inilah yang merupakan awal dari sporofit lagi. Kemudian zigot melakukan pembelahan menjadi sporofit dewasa yang sudah memiliki kaki untuk melekat pada gametofit, seta, dan kapsul di bagian ujungnya. Kapsul ini merupakan tempat dihasilkannya spora melalui fase fase pada meiosis. Setelah spora masak dan dikeluarkan dari dalam kapsul, barulah siklus hidup lumut berulang lagi dari awal.
KLASIFIKASI TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
1. Lumut Hati (HepatiCospida)
Sesuai dengan namanya, lumut ini dapat diamati langsung dengan mata, lumut ini mempunyai bentuk khas yaitu lekukan-lekukan yang menyerupai bentuk hati dan juga terbagi atas dua lobus, sama seperti hati. Lumut ini tumbuh dan menempel di bebatuan, tanah,  daun-daun pepohonan dalam rimba di daerah tropika dan dinding-dinding pada bangunan tua yang lembab. Lumut hati dapat melakukan fotosintesis untuk makanannya sendiri (autotrof). Struktur tubuhnya meliputi akar, batang, dan daun.
Lumut hati dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan bentuk talusnya, yaitu lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun. Alat kelamin terletak pada bagian dorsal (belakang) talus pada jenis terletak pada bagian terminal (ujung).
LUMUT HATI (HEPATICOSPIDA)
Lumut hati berkembang biak dengan oogami secara generatif, dan dengan fragmentasi, tunas, dan kuncup eram secara vegetatif. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan dan disebut dengan elatera, elatera ini akan terlepas saat kapsul terbuka, sehingga akan membantu memancarkan spora. Lumut ini juga bereproduksi secara aseksual dengan menggunakan sel yang disebut dengan gemma, yang berbentuk mangkok dan terletak dipermukaan sporofit.
Contoh lumut ini adalah Marchantia polymorpha dan Porella.
2. Lumut tanduk (Anthocerotaceae)
Tubuh lumut tanduk menyerupai lumut hati yaitu seperti talus, tetapi sporofitnya berbentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit.  Cara perkembang biakannya sama dengan lumut hati, yaitu perkembang biakan secara generatif dengan membentuk anteridium dan arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus.
LUMUT TANDUK (ANTHOCEROTACEAE)
Selnya hanya memiliki satu kloroplas, kloroplas ini berukuran besar dan terbesar dari pada kebanyakan tumbuhan lumut.
Lumut tanduk banyak ditemukan di tepi-tepi sungai dan danau, disepanjang selokan, ditepi jalan yang basah dan lembab. Salah satu contoh dari lumut tanduk adalah Anthoceros Laevis.
3. Lumut Daun (Musci)
Lumut daun atau lumut sejati merupakan lumut yang sering kita jumpai karena tempat hidupnya yang lebih terbuka dibanding lumut lain, bentuknya pun lebih menarik. Lumut sejati memiliki perbedaan dengan lumut hati yaitu dari segi dauunya yang tumbuhn pada semua sisi sumbu utama, atau dengan kata lain, daunnya berasal dari pusat tengah lumut tersebut (simetri radial).
LUMUT DAUN (MUSCI)
Daun ini mempunyai rusuk pada bagian tengahnya dan rusuk tersebut tersusun pada batang dengan mengikuti garis spiral, panjangnya dapat bervariasi dari suatu bagian dari satu inci dan mencapati satu kaki. Pada rusuk tengah ini mengandung sel yang memanjang, fungsinya untuk mengangkut air dan zat-zat hara. Lumut sejati tidak memiliki akar.
Seperti lumut gambut dan lumut rawa, daunnya khas karena mempunyai jaringan sel kecil dan memisahkan sel mati yang besar. Mempunyai daya menghisap air yang laur biasa. Ini lah makanya lumut ini dapat bertahan hidup dirawa.
Gametofitnya mempunyai alat kelamin jantan dan betina yang relatif kecil, pembuahan dilakukan oleh spermatozoid yang bergerak aktif dengan flagela nya, bila ada air maka spermatozoid akan berenang menuju ovum. Kemudian hasil fertilisasi menjadi sporofit, yang ketika sporofit sudah matang memiliki kaki penghisap dan satu tangkai yang panjang, juga sebuah kapsul yang khas.
Contoh lumut ini adalah Polytricum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, Aerobrysis longissima, dan lumut gambut atau Sphagnum.
MANFAAT TUMBUHAN LUMUT (BRYOPHYTA)
Lumut mempunyai manfaat terhadap manusia, seperti Marchantia polymorpha, lumut ini termasuk kedalam klasifikasi lumut hati, dan sesuai dengan namanya lumut ini dapat digunakan sebagai pengobatan hepatitis (infeksi pada hati). Jenis jenis lumut gambut seperti Sphagnum yang termasuk kedalam klasifikasi lumut daun dapat digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas.
Dalam lingkungan, lumut mempunyai peran sebagai penyedia oksigen, penyimpan air. Lumut dapat menyimpan air yang tertangkap diantara daun dan tangkainhya karena selnya seperti rozoid dan sel parenkim nya yang dapat menyerap air dan garam mineral dan bersifat seperti spons. Setelah air diserap seperti pada lumut hati yang menyerap air pada tempat yang ditumbuhinya, seperti pada pepohonan tumbang, itu akan membuat tanah menjadi kering, dan melindungi lumut tersebut dari kekeringan juga. Dengan kemampuannya menyerap air, juga akan menciptakan lingkungan alami untuk persemaian benih untuk tumbuhan bunga berkayu, herba, dan tumbuhan conifer. Lumut juga berfungsi sebagai penyerap polusi yang terdapat dilingkungan.
Lumut juga dapat menambah estetika suatu daerah yang ditumbuhinya secara luas, membuat mata dapat memandangi pemandangan hijau yang terbentang luas. Dan juga memberi sumbangan terhadap modifikasi alam sekitar.
Peranan bryophyta yang lain adalah memperlambat proses erosi, karena daya penyimpanan airnya lebih baik daripada daun yang sudah mati. Sehingga memperlambat air pada permukaan tanah yang cepat dari air hujan. Dan semua manfaat serta peranan lumut ini dapat terjadi karena mereka merupakan tumbuhan yang berkelompok dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang baik.

PTERIDOPHYTA

Pteridophyta merupakan tumbuhan paku yang tergolong dalam tumbuhan kormus berspora.Yang berarti adalah tumbuhan yang menghasilkan spora dan memiliki susunan daun ymg umumnya membentuk bangun sayap pada pucuk tumbuhan terdapat bulu - bulu. Tumbuhan ini disebut Pteridophyta yang berasal dari bahasa Yunani.
Pteridophyta diambil dari kata pteron yang berarti sayap, bulu dan phyta yang berarti
tumbuhan.
Klasifikasi Tumbuhan Paku  :
      Kerajaan          : plantae
      Divisi               : Pteridophyta
      Kelas               :
a.       Psilophytinae
b.       Lycopodiinae
c.       Equisetina,
d.       Fillicinae
Ciri – ciri Pteridophyta:
A.    Morfologi
Akar
Bersifat  seperti akar serabut, ujungnya dilindungi kaliptra.
 
Batang
Batangnya bercabang-cabang,  ada yang berkayu dan  mempunyai tinggi hampir 5 meter , serta sudah mempunyai pembuluh xilem dan floem.
Pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah, mungkin menjalar atau sedikit tegak. Jika muncul di atas permukaan tanah, batangnya sangat pendek sekitar 0,5 m. 
 
Daun
Daun selalu melingkar dan menggulung pada usia muda. Daun paku tumbuh dari percabangan tulang daun yang disebut frond, dan keseluruhan daun dalam satu tangkai daun disebut pinna. Jika diperhatikan pada permukaan bagian daun (frond) terdapat bentuk berupa titik-titik hitam yang disebut sorus, dalam sorus terdapat kumpulan sporangia yang merupakan tempat atau wadah dari spora. Gambar di samping ini menunjukkan sporangia yang tergabung dalam struktur sorus (jamak sori).
Adapun struktur sorus adalah bagian luar dari sorus berbentuk selaput tipis yang disebut indusium. Bagian dalam sorus terdapat kumpulan sporangium yang didalamnya berisi ribuan spora.
Ditinjau dari fungsinya, dibedakan menjadi :
  1. Tropofil          : daun khusus untuk fotosintesis dan tidak menghasilkan spora. Disebut juga daun steril.
  2. Sporofil          : daun penghasil spora. Disebut juga daun fertil.
  3. Trofosporofil : pada satu tangkai daun, anak-anak daun ada yang menghasilkan spora namun ada pula yang tidak. Tetapi daun ini juga bisa melakukan fotosintesis. Disebut juga daun steril.
B.     Habibat
Ø  Habitatnya di darat, terutama pada lapisan bawah tanah didataran rendah , tepi pantai , lereng gunung , 350 meter diatas permukaan laut terutama di daerah lembab.
Ø  Bersifat saprofit dan ada juga yang bersifat epifit (menempel) pada tumbuhan lain.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan paku :
      Kadar air dalam tanah
      Kadar air dalam udara
      Kandungan hara mineral dalam tanah
      Kadar cahaya untuk fotosintesis
      Suhu yang optimal
      Perlindungan dari angin
 
C.     Reproduksi
Aseksual (Vegetatif) 
Dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora.
Seksual (Generatif)
Melalui pembentukan sel kelamin jantan dan betina oleh alat – alat kelamin (gametogonium).  Gametogonium jantan (anteredium) menghasilkan spermatozoid dan gametogonium betina (arkegonium) menghasilkan sel telur (ovum). Seperti halnya tumbuhan lumut , tumbuhan paku mengalami metagenesis (pergiliran keturunan).
Daur hidup tumbuhan paku :
Ditinjau dari macam spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga golongan yaitu :
1) Paku Homospora (isospora)
            Menghasilkan satu jenis spora , misalnya Lycopodium (paku kawat). Spora dari paku ini dikenal sebagai 'lycopodium powder' yang dapat meledak di udara apabila terkumpul dalam jumlah cukup banyak dan pada jaman dulu digunakan sebagai lampu kilat untuk pemotretan.
Daur hidup paku homospora :
2) Paku Heterospora
            Menghasilkan dua jenis spora yang berlainan; yaitu mikrospora berkelamin jantan dan makrospora (mega spora) berkelamin betina, misalnya : Marsilea (semanggi), Selaginella (paku rane).
Daur hidup paku heterospora :
3) Paku Peralihan
            Paku ini merupakan peralihan antara homospora dengan heterospora, yaitu paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelaminnya, satu berjenis kelamin jantan dan lainnya berjenis kelamin betina, misalnya Equisetum debile (paku ekor kuda).
Daur hidup paku peralihan :

Pteridophyta dibagi menjadi empat kelas yaitu :
A.    Kelas Psilophytinae (Paku Purba)
Klasifikasi Psilophytinae
      Kerajaan         : Plantae
      Divisi               : Pteridophyta
      Kelas               : Psilophytinae
      Bangsa            :
            1. Psilophytales (paku telanjang)
                Suku :
a.       Rhyniaceae,
b.      Asteroxylaceae,                                          
c.       Pseudosporochnaceae
2.      Psilotales
Ciri-ciri Psilophytinae :
  • tidak punya akar yang sejati dan daun yang sejati.
  • Paku purba yang memiliki daun, umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik.
  • Batang bercabang dengan tinggi 30 cm hingga 1 m yang mengandung xilem dan floem.
  • Cabang batang mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis.
  • Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang  terdapat di sepanjang cabang batang.
  • tiap butir homospora yang jatuh berkembang menjadi dua gametofit kecil yang membentuk antheridia (gamet jantan) dan archegomia (gamet betina), fertilisasi dilakukan oleh sperma / antheridia yang berenang-renang menuju ke sel telur / archegonia, karena tumbuhan ini hidup pada habitat basah. Gametofitnya bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi.
Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun (Rhynia
dan paku purba berdaun kecil (Psilotum).
Kelas Psilophytinae dibagi menjadi beberapa bangsa yaitu :
1.      Bangsa Psilophytales (Paku Telanjang)
Ciri-ciri Psilophytales :
  • Ditemukan sekitar 350 juta tahun yang lalu dalam zaman Silur akhir dan Devon sebagai semak-semak.
  • Paku telanjang merupakan tumbuhan paku yang paling rendah tingkat perkembangannya, yaitu belum berdaun dan berakar.
  • Batang sudah mempunyai berkas pengangkut, bercabang-cabang menggarpu dengan sporangium di ujung-ujung cabang.
  • Belum diketahui gametofitnya.
  • Hidup di tempat yang dekat dengan air saja.
Bangsa Psilophytales dibagi menjadi beberapa suku yaitu :
a.       Suku Rhyniaceae (Paku Purba Tidak Berdaun )
Ciri-ciri Rhyniaceae :
  • Tinggi mencapai ± ½ meter.
  • Batang dalam tanah membentuk cabang yang tumbuh tegak lurus ke atas (horisontal).
  • Tidak punya akar, melainkan hanya rizoid yang hampir sama dengan rimpang tumbuhan tinggi.
  • Cabang menggarpu tidak berdaun dan mempunyai mulut kulit yang berfungsi sebagai alat asimilasi.
  • Berkas pengangkut terdiri atas trakeida yang menebal membentuk cincin / spiral tersusun, yang merupakan protostele.
  • Sporangium relatif besar dan terdapat pada ujung-ujung cabang.
  • Contoh : Rhynia major, Taeniocrada deeheniana dan Zosterophyllum australianum, yang sebagian hidup di air yang dangkal.
b.      Suku Asteroxylaceae
Ciri-ciri Asteroxylaceae :
  • Tinggi bisa mencapai 1 meter.
  • Batangnya berdiameter 1 cm.
  • Memiliki penonjolan dengan panjang beberapa mm dan disebut mikrofil.
  • Beberapa jenis ada yang memiliki berkas pengangkut dan ada pula yang tidak.
  • Pada penampang lintang, stele di dalam batang berbentuk bintang.
  • Contoh : Asteroxylon mackei dan Asteroxylon elberfeldense.
c.       Suku Pseudosporochnaceae
Ciri-ciri Pseudosporochnaceae :
  • Tinggi kurang dari 1 meter.
  • Pada ujung sumbu pokok yang tidak beruas muncul sejumlah dahan yang sedikit bercabang menggarpu, tetapi akhirnya menjadi ranting-ranting kecil yang menggarpu.
  • Pada ujungnya terdapat spornagium yang berbentuk gada.
  • Pada akhir percabangan ada bagian yang yang melebar dan yang tidak fertil berguna untuk asilimilasi.
  • Contoh : Pseudosporochnus krecjii.
2.      Bangsa Psilotales
Ciri-ciri Psilotales :
  • Tidak berakar.
  • Mempunyai tunas-tunas tanah dengan rizoid-rizoid.
  • Pada batang terdapat mikrofil yang berbentuk sisik dan tidak bertulang.
  • Sporangium terletak diantara taju-taju sporofil.
  • Memiliki protalium yang besarnya hanya beberapa cm berbentuk silinder dan bercabang, serta hidup di dalam tanah yang bersimbiosis dengan cendawan mikoriza.
  • Pada permukaan terdapat anteridium yang punya banyak ruang dan mengeluarkan spermatozoid, sedangkan arkegonium kecil.
  • Protalium besar dan ada yang memiliki berkas pengangkut dengan trakeida cincin berkayu.
  • Contoh : Psilotum nudum (di pulau Jawa), Psilotum triquetrum (di daerah tropika), Tmesipteris tannesis (di Australia).
Peranan Tumbuhan Paku Bagi Kehidupan Manusia :
}  Tanaman hias : Adiantum  sp (suplir), Platycerium (paku tanduk rusa), Asplenium (paku sarang burung), Nephrolepis, Alsophoila (paku tiang) , paku rane (selaginella sp).
}  Bahan obat : Equisetum (paku ekor kuda) untuk antidiuretik (lancar seni), Cyclophorus  untuk obat pusing dan obat luar, Dryopteris untuk obat cacing pita, Platycerium bifurcata untuk obat tetes telinga luar, dan Lycopodium untuk antidiuretik dan pencahar lemah dari sporanya.
}  Bahan sayuran : Marsilea crenata (semanggi), Pteridium aquilinum (paku garuda).
}  Sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bunga : Lycopodium cernuum.
}  Gulma pertanian : Salvinia natans (kayambang), pengganggu tanaman padi.
Perbedaan Bryophyta dan Pteridophyta
No
Ciri-ciri
Bryophyta
Pteridophyta
1
Ukuran
Sangat kecil, biasanya tidak lebih dari 15 cm.
Beberapa panjangnya 12 cm dan ada yang mencapai 1 m.
2
Struktur tubuh
Memiliki rizoid, berdaun sisik, dan tidak memiliki batang.
Memiliki akar, batang dan daun sejati.
3
Jaringan pembuluh
Tidak ada
Ada yaitu xylem dan floem
4
Fase dominan
Fase gametofit
Fase sporofit
5
Fase sporofit
Sporogonium
Tumbuhan paku
6
Fase gametofit
Tumbuhan lumut
Protaluim
7
Tumbuhan dewasa
Berupa gametofit
Berupa sporofit
8
Gametofit dewasa
Talus sederhana hidup bebas dan dapat berfotosintesis, memiliki rizoid dan struktur seperti daun.
Protalus, tidak menarik, hidup bebas dan dapat berfotosintesis.
9
Sporofit dewasa
Tergantung pada gametofit, mempunyai kapsul, seta dan kaki.
Bentuk yang menonjol. Memiliki akar, batang dan daun sejati.

SPERMATOPHYTA
Istilah Spermatophyta berasal dari bahasa Yunani, sperma berarti biji dan phyta berarti tumbuhan
1.   Ciri – ciri Umum
  • Disebut tumbuhan berbiji karena menghasilkan biji, dan termasuk tumbuhan kormophyta (memiliki akar, batang, dan daun sejati), dan menghasilkan bunga  sehingga disebut Anthophyta.
  • Memiliki plastida yang mengandung klorfil a dan b, sehingga bersifat autotrof.
  • Termasuk sel eukariotik dan mempunyai dinding sel yang tersusun dari selulose, hemiselulose, lignin.
  • Merupakan organisme bersel banyak (multiseluler)
  • Memiliki berkas pengangkut, berupa xylem (mengangkut air dan mineral dari tanah) dan floem (mengangkat zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh).
2.    Perkembangbiakan  (reproduksi)
Perkembangbiakan secara generatif/seksual dengan membentuk biji yang diawali dengan pembentukan gamet (gametogenesis), penyerbukan (polinasi), peleburan gamet jantan dan betina (fertilisasi) yang menghasilkan Misal, kemudian menjadi embrio.
Perkembangan secara vegetatif/aseksual dengan organ-organ vegetatif (tunas, tunas adventif, rhizoma, stolon).

3.   Klasifikasi Spermatophyta
Tumbuhan Spermatophyta dibedakan menjadi 2 golongan (sub devisio), yaitu :
a.   Gymnospermae (Tumbuhan biji terbuka)
Disebut biji terbuka karena biji tidak tertutup oleh daging buah. Umumnya memiliki struktur daun tebal, banyak cabang, tudung daun membentuk konifer/kerucut. Belum memiliki bunga sesungguhnya. Reproduksi generatif  terjadi satu kali pembuahan (pembuahan tunggal) yang menghasilkan zygot. Waktu antara penyerbukan dan pembuahan berlangsung relatif lama.
Gymnospermae dibedakan menjadi beberapa kelompok , yaitu :
  • Cycadophyta/Cycadales, batang tidak bercabang, daun-daun majemuk tersusun sebagai tajuk di pucuk pohon. Contoh : Cycas rumpii (pakis haji).
  • Pinophyta/Coniferales, memiliki tudung daun berbentuk kerucut (konifer), alat reproduksi berupa strobilus (pada jantan maupun betina), daun berbentuk jarum.  Contoh : Aghatis alba (damar), Cupressus sp, Araucaria sp, Juniperus sp, Pinus merkusii
  • Gnetophyta/Gnetales, batang memiliki banyak cabang, daun tunggal berhadapan, bunga berkelamin tunggal.Misal : Gnetum gnemon (mlinjo)
  • Ginkophyta, pohon dengan tunas pendek, daun berbentuk pasak/kipas dan bertangkai daun. Merupakan tumbuhan asli di negara Tiongkok.
b.  Angiospermae (Tumbuhan biji tertutup)
Disebut biji tertutup karena biji terbungkus oleh daging buah. Memiliki alat reproduksi berupa bunga sempurna (benangsari, putik, bakal buah, bakal biji, mahkota, kelopak, dan tangkai). Reproduksi generatif mengalami dua kali pembuahan (pembuahan ganda) yang menghasilkan zygot (pembuahan inti generatif/sperma dengan ovum) dan endosperm (pembuahan inti generatif/sperma dengan kandung lembaga skunder).
Angiospermae dibedakan menjadi 2 kelas, yaitu :
    1)  Kelas Monokotiledonae (Biji berkeping satu)
Umumnya berupa tumbuhan herba semusim atau setahun, memiliki kotiledon tunggal/berkeping satu, batang tidak bercabang / bercabang sedikit dan tidak memiliki kambium, berkas pengangkut tersusun tidak teratur (tersebar), tipe kolateral tertutup, tulang daun melengkung/sejajar, memiliki akar serabut, Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 3, bentuk bunga tidak beraturan, dan warna tidak mencolok.
Terdiri dari beberapa famili :
  • Liliaceae, Misal : Lilium sp (lilia), Alium cepa (bawang besar), Alium sativum (bawang putih), Alium ascolonicum (bawang merah).
  • Palmae (keluarga palem), Misal : Cocos nucifera (kelapa), Phoenix sp (kurma)
  • Graminae (keluarga rumput-rumputan), Misal : Oryza sativa (padi), Zea mays (Jagung), rumput, bambu, dan sebagainya.
  • Orchidaceae (keluarga anggrek), Misal : Cattleya sp, Dendrobium sp, Arundina sp, Epidendrum sp, Vanilia planifolia (vanili).
2)     Kelas Dikotiledonae (Biji berkeping dua)
Umumnya berupa tumbuhan menahun (berkayu), memiliki kotiledon ganda/berkeping dua, umumnya batang bercabang, memiliki kambium, berkas pengangkut tersusun secara teratur (bersebelahan), tipe kolateral terbuka,  tulang daun menjari/menyirip, memiliki akar tunggang, Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 4 atau 5, bentuk bunga beraturan, dan umumnya memiliki warna mencolok
Terdiri dari beberapa familia, yaitu :
  • Caryophyllaceae, Misal : Dianthus chinensis.
  • Magnoliaceae, Misal : Magnolia grandiflora (cempaka putih).
  • Rosaseae, Misal : Rosa hybrida ( bunga maqar)
  • Leguminoceae, Misal : Leucena glauca (lamtoro), Parkia specinosa (petai), Tamarindus indica (asam).
  • Malvaceae, Misal : Hibiscus rosa-sinensis (bunga sepatu), Glossipium obtusifolium (kapas).
  • Umbelliferae, Misal : Centella asiatica (talas)
  • Solanaceae, Misal : Solanum tuberosum (kentang), Orthosiphon grandiflorus (kumisal kucing).
  • Compositae, Misal : Ageratum sp (babandotan), Helianthus annus (bunga matahari), Nicotiana tabaccum (tmebakau), Capsicum sp (cabe), Lycopersicum esculentum (tomat), dan sebagainya
4.  Reproduksi Angiospermae
Reproduksi pada tumbuhan angiospermae meliputi :
a.      Reproduksi Generatif
Dalam siklus hidupnya ada beberapa tahapan, antara lain :
  • Gametogenesis, yaitu pembentukan gamet (sel kelamin).  Terjadi di bagian bunga.
  • Penyerbukan (Polinasi), yaitu jatuhnya/melekatnya serbuk sari pada kepala putik (pada Angiospermae) atau melekatnya  serbuk sari pada bakal buah (Gymnospermae).
 Macam Penyerbukan :
1)     Berdasar asal serbuk sari
  • Autogami (penyerbukan sendiri) yaitu bila serbuk sari berasal dari bunga yang sama (satu bunga). Bila bunga belum mekar disebut kleistogami.
  • Geitonogami (penyerbukan tetangga) bila serbuk sari berasal dari bunga lain tapi masih satu individu.
  • Alogami ( xerogami ) atau penyerbukan silang, yaitu bila serbuk sari berasal dari individu lain tapi masih dalam satu jenis.
  • Bastar (hibridogami) , yaitu bila serbuk sari berasal dari yang lain jenis.
  2)     Berdasar Faktor yang membantu:
  • Anemogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan angin. Ciri bunga : serbuk sari kering, lembut, banyak, tidak memiliki mahkota bunga.
  • Hidrogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan air.
  • Zoidiogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan hewan.
  • Kiropterogami , yaitu penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Ciri : bunga yang mekar di malam hari.
  • Entomogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan serangga. Ciri : bunga yang menghasilkan nektar / polen / madu.
  • Ornitogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan burung.
  • Malakogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan siput (molusca).
  • Antropogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan manusia. Ciri : bunga yang tidak mampu melakukan penyerbukan sendiri. Hal ini disebabkan benang sari atau putik tidak matang bersamaan. Protandri, yaitu bila benang sari masak lebih dahulu daripada putik. Protogeni, yaitu bila putik masak lebih dahulu daripada benang sari.
  • Pembuahan (fertilisasi), yaitu proses peleburan gamet jantan (sperma) dengan gamet betina (ovum).
Setelah penyerbukan, sperma bergerak ke arah sel telur melalui buluh serbuk sari, selanjutnya terjadi peleburan inti sel telur dan inti sperma di dalam ovula.  Ovula adalah struktur sporofit yang mengandung megasporangium dan gametofit betina. Pembuahan antara gamet jantan dan betina akan menghasilkan embrio (lembaga). Berdasarkan peristiwa itu, tumbuhan biji disebut juga embriophyta siphonogama, yaitu tumbuhan yang memiliki embrio dan perkawinannya terjadi melalui pembentukan suatu bulu. Embrio pada tumbuhan biji bersifat bipolar (dwipolar), karena pada satu kutubnya akan tumbuh dan berkembang membentuk batang dan daun, sedangkan kutub lain membentuk sistem perakaran.
Ada 2 macam pembuahan pada tumbuhan berbiji :
  • Pembuahan Tunggal (pembuahan yang terjadi satu kali pembuahan),  yaitu peleburan gamet jantan dan gamet betina yang menghasilkan embrio. Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae.
  • Pembuahan Ganda (pembuahan yang terjadi dua kali pembuahan),  yaitu :
  1. peleburan inti sperma >< ovum , menghasilkan zygot  —> embrio.
  2. peleburan inti sperma >< kandung lembaga skunder , menghasilkan endosperm (untuk cadangan makanan). Terjadi pada tumbuhan Angiospermae.
b.  Reproduksi Vegetatif
yaitu cara reproduksi tanpa melalui perkawinan (fertilisasi)     gamet jantan dan betina. Sifat dari reproduksi vegetatif adalah      menghasilkan keturunan yang identik (sifat sama) dengan induknya.
Reproduksi Vegetatif dapat terjadi secara :
  • Alami,  cara perbanyakan yang dilakukan oleh organ vegetatif  tumbuhan tanpa bantuan manusia.Organ vegetatif yang berperan antara lain :
  • Rhizoma (rimpang/akar tinggal), yaitu batang yang menjalar  secara horisontal dalam tanah menyerupai akar. Misal : bunga tasbih, kunyit, jahe, alang-alang.
  • Stolon (geragih), yaitu batang yang menjalar di atas tanah. Misal : arbei (stroberi), daun kaki kuda (Centela asiatica)
  • Umbi Lapis (Bulbus), yaitu batang berukuran pendek yang dikelilingi daun berlapis-lapis. Misal: bawang merah (Allium cepa).
  • Umbi Batang, yaitu batang yang membengkak di dalam tanah. Misal : ubi jalar, kentang.
  • Tunas , yaitu bagian batang yang memiliki bakal tunas. Misal : bambu, kelapa, dan sebagainya.
  • Daun , yaitu bagian tepi daun yang memiliki jaringan meristem. Misal : Cocor Bebek.
  • Kormus , yaitu pangkal batang yang membesar dan memiliki beberapa kuncup. Misal : bunga tasbih, gladiol.
  • Buatan, yaitu cara perbanyakan yang dilakukan oleh tumbuhan dengan bantuan manusia.    Macam reproduksi vegetatif secara buatan :
  • Mencangkok
  • Menempel (okulasi)
  • Menyambung
  • Menyetek
  • Merunduk
  • Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan usaha perbanyakan tanaman dengan memanfaatkan sifat TOTIPOTENSI . Totipotensi adalah kemampuan beberapa sel tanaman yang dapat tumbuh menjadi individu baru.
5.  Peranan Spermatophyta
  • Sumber bahan makanan (karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin)
  • Sumber bahan minuman (jahe, teh, kopi)
  • Sumber bahan sandang (rami, kapas)
  • Sumber bahan bangunan (Mahoni, jati, meranti)
  • Sumber bahan industri (pinus, karet)

sumber :
  • http://www.ataya.xyz/2015/06/ciri-ciri-dan-klasifikasi-kingdom-plantae-tumbuhan.html
  • http://www.softilmu.com/2015/12/Pengertian-Ciri-Perkembangbiakan-Klasifikasi-Manfaat-Bryophyta-Tumbuhan-Lumut-Adalah.html
  • http://anindithya.blogspot.co.id/2012/08/pteridophyta-i.html
  • https://aslam02.wordpress.com/materi/kelas-x-2/kingdom-plantae/tumbuhan-berbiji-spermatophyta/
 
 

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 MAN 3 Jakarta PIC TIK dan PIC Humas MAN 3 Jakarta.