GuidePedia
BREAKING NEWS

Rabu, 10 Desember 2014

Penyusunan SKP dan PKG



MATERI WORKSHOP
PENYUSUNAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU
OLEH
Drs. H. Barkat Guna Harahap

PENDAHULUAN

Menurut PermenPan dan Rb No 16 Tahun 2009 pasal 1 di sebutkan bahwa Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. Dilanjutkan bahwa seorang guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Dengan ketentuan yang tercantum pada PemenPan dan RB tentang  fungsi dan tugas jabatan guru, maka sepatutnya seorang guru dapat meningkatkan  empat kompetensinya yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesionalnya. Lebih terinci lagi dalam peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2010 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 35 Tahun 2010 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.

Oleh sebab itu, MAN 3 Jakarta melalui workshop  melaksanakan kegiatan penyusunan dan penetapan angka kredit jabatan fungsional guru untuk memberikan gambaran secara utuh tentang tujuan, fungsi dan tata cara penyusunan dan penetapan angka kredit.

MATERI

Penilaian  guru baik sebagai PNS dan jabatan fungsional guru adalah kewajiban untuk dilaksanakan sesuai dengan PermenPan dan RB No 16 Tahun 2009 dan PP No 46 Tahun 2011. Untuk itu guru sebagai PNS menurut PP No 46 Tahun 2011 wajib menyusun Penilaian Prestasi Kerja.

1.       Penilaian Prestasi Kerja

Penilaian prestasi kerja PNS bertujuan untuk menjamin objektifitas pembinaan PNS yg dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja & sistem karier, yg dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. Prinsip penilaiannya  objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan. Penilaian prestasi kerja ini terdiri dari unsur Sasaran Kinerja Pegawai dan Prilaku Kerja dengan bobot 60 % sasaran kinerja pegawai dan 40% prilaku kerja pegawai.  Penilaian prestasi kerja dilaksanakan oleh pejabat penilai dalam hal ini Kepala Madrasah sekali dalam setahun. Unsur prilaku kerja yang mempengaruhi prestasi kerja yang dievaluasi harus relevan dan berhubungan dengan pelaksanaan tugas jabatan PNS yang dinilai.

Sasaran Kinerja Pegawai (SKP)  memuat kegiatan tugas jabatan dan target yang harus dicapai. Setiap kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus berdasarkan pada tugas dan fungsi, wewenang, tanggung jawab, dan uraian tugas yang telah ditetapkan dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Unsur-unsur SKP adalah sebagai berikut :

a.       Kegiatan Tugas Jabatan
Tugas ini harus mengacu pada Penetapan Kinerja sesuai dengan Permendiknas No 35 Tahun 2010 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya . Dalam melaksanakan kegiatan tugas jabatan pada prinsipnya pekerjaan dibagi  habis  dari tingkat jabatan tertinggi-jabatan terendah secara hierarki.
b.      Angka Kredit
Penetapan angka kredit jabatan fungsional guru menggunaka peraturan PermenDikNas No 16 Tahun 2009 yang menjabarkan tugas utama, Tugas Tambahan, PD, PI/KI dan unsur penunjang.
c.       Target
Dalam menetapkan target meliputi aspek Kuantitas, kualitas, waktu dan biaya

Sedangkan untuk unsur prilaku kerja terdiri dari :

a.       Orientasi pelayanan
b.      Integritas
c.       Komitmen
d.      Disiplin
e.      Kerja sama
f.        Kepemimpinan

2.       Penilaian Kinerja Guru

Guru sebagai jabatan fungsional menurut PermenDikNAs No 16 tahun 2009 wajib menyusun dan menetapkan Penilaian Kinerja Guru dalam satu tahun pelajaran. Tujuan PKG ini adalah dalam rangka pembinaan karir kepangkatan dan jabatannya. Penilain kinerja ini menggunakan instrumen yang didasarkan kepada 14 kompetensi bagi guru mata pelajaran dan 17 kompetensi  bagi guru BK/Konselor serta pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi madrasah (Kepala Madrasah, Wakamad, KaProg, dll).  Guru dalam tugas pembelajaran memiliki  empat aspek terdiri dari :

a.       Pedagogik

1.       Mengenal karakteristik peserta didik
2.       Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
3.       Pengembangan kurikulum
4.       Kegiatan pembelajaran yang mendidik
5.       Pengembangan potensi peserta didik
6.       Komunikasi dengan peserta didik
7.       Penilaian dan evaluasi

b.      Kepribadian

8.       Bertindak sesuai dengan norma agama, hokum, social dan kebudayaan nasional
9.       Menunjukan pribadi yang dewasa dan teladan
10.   Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru
c.       Sosial
11.   Bersikap inklusif, bertindak obyektif serta tidak diskriminatif
12.   Komunikasi dengan sesame guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik dan masyarakat.

d.      Profesional
13.   Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuwan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
14.   Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif.

Sedangkan untuk  guru sebagai tugas utama bimbingan memiliki empat aspek yang terdiri dari :
a.       Pedagogik
1.       Menguasai teori dan praksis pendidikan
2.       Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta prilaku konselir.
3.       Menguasai esensi layanan BK dalam jalur , jenis dan jenjang satuan pendidikan

b.      Kepribadian
4.       Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
5.       Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, individualitas dan kebebasan memilih
6.       Menunjukan integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat
7.       Menampilkam kinerja berkualitas tinggi

c.       Sosial
8.       Mengimplementasikan kolaborasi internal di tempat bekerja
9.       Berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi BK
10.   Mengimplementasikan kolaborasi antar profesi

d.      Profesioanal
11.   Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan dan masalah konseli
12.   Menguasai kerangka teoritik dan praksis BK
13.   Merancang program BK
14.   Mengimplementasikan program BK yang komperhensif
15.   Menilai proses dan hasil kegiatan BK
16.   Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika professional
17.   Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam BK

Untuk tugas tambahan yang relevan yang mempengaruhi jam mengajar terdiri dari :

a.      Kepala Madrasah
1.      Kepribadian dan Sosial
2.      Kepemimpinan Pembelajaran
3.      Pengembangan Sekolah/Madrasah
4.      Manajemen Sumber Daya
5.      Kewirausahaan
6.      Supervisi Pembelajaran

b.      Wakil Kepala
1.      Kepribadian dan Sosial
2.      Kepemimpinan Pembelajaran
3.      Pengembangan Sekolah/Madrasah
4.      Kewirausahaan
5.      Bidang tugas wakil kepala madrasah

c.       Ketua Program keahlian
d.      Kepala Perpustakaan
e.      Kepala Laboratorium
Tugas tambahan yang relevan yang tidak mempengaruhi jam mengajar terdiri dari :
a.      Wali Kelas
b.      Menyusun kurikulum pada satuan pendidikan
c.       Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar
d.      Membimbing guru pemula
e.      Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler
f.        Menjadi pembimbing pada penyusunan publikasi ilmiah

Guna mengembangkan dan menindaklanjuti hasil proses dan evaluasi belajar peserta didik, maka guru perlu mengembangkan keprofesionalannya secara berkelanjutan. Ini sangat penting di lakukan oleh guru untuk mengembangkan diri terus menerus dalam menghasilkan proses belajar yang berkualitas dan efektif. Maka dalam hal ini, pengembangan keprofesioanalan berkelanjutan (PKB) perlu di lakukan dengan tahap sebagai berikut :

1.      Uji kompetensi
Secara ideal, sebelum pelaksanaan PKB diperlukan uji kompetensi guru untuk mengukur standar minimal kompetensi guru. Guru yang memiliki sertifikat pendidik sudah bisa memulai proses PKB dengan asumsi nilai kompetensinya sudah baik. Uji kompetensi ini bisa dilakukan oleh LPMP, LPTK atau instansi lain yang relevan.

2.      Evaluasi diri
Setelah guru memiliki kompetensi yang baik, maka dilanjutkan dengan membuat dan merancang proses PKB melalui format evaluasi diri. Format ini di buat sesuai dengan kondisi sebenarnya yang di alami guru tersebut dengan konsultasi dengan penilai guru.Koordinator PKB di madrasah akan memetakan kebutuhan guru dalam hal pengembangan diri dan lainnya dari data yang di peroleh seluruh guru. Dengan demikian segala program yang akan direncanakan dan dilaksanakan memiliki nilai kebutuhan untuk guru dengan tujuan memiliki dampak perubahan yang positif baik dari guru maupun dari penilaian hasil proses belajar dan evaluasi peserta didik.

3.      Pengembangan diri
Unsur pengembangan diri guru adalah 1. Diklat fungsioanal dan 2. Kegiatan kolektif guru. Unsur ini bertujuan untuk pemetaan kebutuhan guru untuk meningkatkan kompetensinya dan melaksanakan shearing dengan teman sejawatnya. Dengan membudayakan diskusi dan shearing ilmiah dalam pengembangan berbagai kompetensi guru, di mungkinkan adanya perubahan yang signifikan pada madrasah dalam mengemban amanah mendidik peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasioanal.

4.      Publikasi Ilmiah
Proses pembelajaran di madrasah pasti terdapat tantangan dan hambatan yang di miliki secara unik pada masing-masing guru.Untuk itu guru sebagai pembelajar perlu melakukan studi, problem solving atau penelitian untuk mengatasi tantangan dan hambatan tersebut. Dengan ke unikan masalah yang dialami oleh guru,maka diperlukan pengembangan kompetensi guru melalui publikasi ilmiah. Unsur publikasi ilmiah terdiri atas : 1. Presentasi pada forum ilmiah, 2. Publikasi hasil penelitian ilmiah atau ide/gagasan ilmu pada bidang pendidikan formal, 3. Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman guru. Dengan format publikasi ilmiah tersebut, di harapkan guru bisa mengkaji secara ilmiah dan mampu mengatasi masalah yang di hadapinya dalam proses pembelajaran secara unik.

5.      Karya Inovatif
Melaksanakan pembelajaran baik segi aktivitas maupun administrasi perlu di topang dengan sistem yang efektif . Daya dukung ini memerlukan kajian secara ilmiah dan berkelanjutan dari masalah masalah yang dihadapai guru. Dengan prosedur dan pengelolaan yang baik, maka guru dapat memaksimalkan system yang efektif tersebut dengan melakukan kegiatan karya inovatif baik untuk pendukung aktifitasnya mengajar atau administrasi pembelajaran yang lebih autentik. Unsur karya inofatif yang bisa dilaksanakan guru terdiri atas : 1. Menemukan teknologi tepat guna, 2. Menemukan/menciptakan karya seni, 3. Membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum, 4. Mengikuti pengembangan penyusunan Standar, Pedoman, soal dan sejenisnya.  

Tugas utama guru adalah sebagai pembelajar/pembimbing yang disertai dengan proses pengembangan diri, publikasi ilmiah dan melaksanakan karya inovasi. Dalam pelaksanaannya di madrasah, guru dalam mengaktualisasikan dirinya melaksanakan kegiatan diluar dari tugas utama tersebut. Untuk memberikan rell atau rambu kegiatan guru di luar tugas utama tersebut, maka telah di tentukan unsur di luar tugas utama yang dinamakan unsur penunjang. Unsur penunjang ini memberikan arah kegiatan guru. Unsur penunjang tersebut terdiri dari :1. Memperoleh gelar /ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya, 2. Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas guru, 3. Perolehan penghargaan/tanda jasa. Dengan criteria unsur penunjang tersebut, secara ideal maka seluruh aktivitas guru sudah terarah guna memaksimalkan kompetensi yang diharapkan terus meningkat.

KESIMPULAN
Pelaksanaan tugas guru baik sebagai PNS maupun sebagai jabatan fungsional sudah diatur sedemikan rupa melalui perundangan yang berlaku guna meningkatkan kompetensi guru, yang diiring meningkatnya kompetensi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Pelaksaan tugas guru dapat di susun secara hierarki sebagai berikut :
1.   Guru PNS  dapat dinilai prestasi kerjanya dengan unsur penilaian 1. Sasaran Kinerja Pegawai, dan 2. Prilaku Kerja
2.   Guru sebagai jabatan fungsional baik PNS maupun non PNS harus melalui proses Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan yang melalui tahap : 1. Uji kompetensi, 2. Evaluasi diri, 3. Pengembangan diri, 4. Publikasi ilmiah, 5. Karya inovasi.
3.   Dalam memperoleh angka kredit sebagai dasar kenaikan pangkat dan golongan, guru harus dinilai kinerjanya dengan unsur penilaian :1. Tugas utama pembelajaran/bimbingan, 2. Tugas tambahan, 3. PKB, dan 4. Unsur penunjang.

 Daftar Pustaka
1.   UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2.   UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3.   PP No 74 tahun 2008 tentang guru
4.   Permen Diknas No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
5.   Permen Diknas No 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Konselor
6.   Permen PAN dan RB No 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
7.   Peraturan Bersama Mendiknas  dan Ka BKN No 14 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

 
Copyright © 2014 MAN 3 Jakarta PIC TIK dan PIC Humas MAN 3 Jakarta.