GuidePedia
BREAKING NEWS

Pengumuman

Prestasi Siswa

Kegiatan Siswa

Kegiatan Guru

Artikel, Jurnal dan Penelitian Guru

Rabu, 09 Januari 2019

MAN 3 Jakarta mengawali Tahun 2019 dengan Kegiatan Bakti Sosial



Jakarta (Humas MAN 3 Jakarta) --- Memasuki Hari pertama semester genap tahun pelajaran 2018/2019 kegiatan belajar mengajar Madrasah Aliyah Negeri 3 Jakarta diawali dengan kegiatan bakti sosial.
Dan dibuka oleh Kepala MAN 3 saat upacara bendera. Senin, (07/01).
Dalam pembinaan yang disampaikan, Usman Ali mengungkapkan, Turun naiknya beberapa prestasi yang dicapai oleh madrasah diharapkan dapat dievaluasi dan ditingkatkan pada tahun 2019.
" Syukur Alhamdulilah karena tahun 2018, prestasi siswa-siswi MAN 3 Jakarta yang kembali mempertahankan juara umum kegiatan PORSEMA Jakarta Pusat dengan membawa 14 medali," ujarnya.
Kegiatan ini dipilih untuk mengawali tahun 2019, untuk para korban tsunami Selat Sunda dan kegiatan donor darah.  
Menurut Pembina OSIS MAN 3 Jakarta kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk mengingatkan para siswa tentang kesusahan yang dialami oleh orang-orang disekitarnya. Sedangkan Aan Harinurdin berharap agar para siswa dapat lebih bersyukur dengan kondisinya dan belajar lebih baik untuk masa depannya. /SM

Pengabdian Masyarakat Universitas Yarsi Jakarta di MAN 3 Jakarta


Jakarta (Humas MAN 3 Jakarta) --- Universitas Yarsi Jakarta kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk guru MAN 3 Jakarta, Rabu (10/01). Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Kepala bidang Kurikulum MAN 3 Jakarta ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi guru MAN 3 Jakarta.
Adam Soleh Siregar berharap agar kegiatan di awal tahun ini juga bisa menjadi awal bagi kerjasama yang lebih intensif antara MAN 3 Jakarta dengan Universitas Yarsi Jakarta di waktu yang akan datang.
Kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Yarsi Jakarta ini menekankan pada Kegiatan Pemahanan Kepastian Hukum dalam Transaksi Online dan Hak Kekayaan Intelektual. Dr. Chandra Yusuf sebagai pembicara pertama menyampaikan bahwa maraknya transaksi pembelanjaan secara online merupakan fenomena yang harus kita dipahami. Perlindungan hukum terhadap konsumen dalam transaksi elektronik ternyata masih sangat lemah, terutama dalam transaksi internasional.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap guru MAN 3 yang juga menjadi konsumen dapat menjadi lebih bijak dalam melakukan transaksi online dengan menelusuri terlebih reputasi toko dan kualitas barangnya.
Materi kedua tentang Hak Kekayaan Intelektual disampaikan oleh Dr. Endang Purwaningsih. Dalam materinya disampaikan bahwa potensi guru untuk menghasilkan karya yang merupakan sumber kekayaan intelektual sangat besar, karena hak cipta biasa merupakan karya seni, sastra dan juga ilmu pengetahuan. Hak eklusif ini biasanya timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif, sehingga kalau kita tidak memahaminya maka hasil intektual kita bisa diakui oleh orang yang lain yang terlebih dahulu mempublikasikannya.
Menurut Afaf Bahrul Fatiah, guru bahasa inggris yang mengikuti kegiatan ini menyatakan bahwa informasi yang disampaikan sangat bermanfaat terutama masalah kekayaan intelektual seperti karya ilmiah dan karya inovatif yang dapat mendukung kenaikan pangkat bagi guru. /SM

Pagelaran Seni Tari MAN 3 Jakarta


Jakarta (Humas MAN 3 Jakarta) --- Pagelaran seni tari yang merupakan agenda tahunan MAN 3 Jakarta dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 3 Jakarta, Rabu, (10/01).
Dalam kesempatan ini, Usman Ali berharap agar pagelaran yang merupakan kegiatan penilaian akhir kelas XII dalam mata pelajaran seni budaya ini dapat menjadi sarana apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya Indonesia, khususnya seni tari.
Menurut Wakil Kepala bidang Kesiswaan yang juga merupakan salah satu penilai dalam kegiatan ini mengatakan, bahwa selain sebagai persyaratan pengambilan nilai kelulusan, pagelaran seni ini juga bertujuan untuk menambah wawasan siswa terhadap beragam tarian tradisional etnik Indonesia.
Sedangkan Yati Susanah berharap agar pengembangan bakat dan minat siswa dapat tersalurkan dengan kegiatan ini.
Pelaksanaan pagelaran seni tari ini menurut guru seni budaya MAN 3 Jakarta bertujuan untuk melatih kreatifitas siswa dan memberikan pengalaman apresiasi terhadap seni tari. Lebih lanjut, Ghalib Maksum berharap agar siswa dapat menyadari bahwa menari itu indah dan mereka mampu melakukannya, sehingga kepercayaan diri mereka juga semakin terasah. /SM

Selasa, 08 Januari 2019

Robotik MAN 3 Jakarta Kembali Memenangkan Madrasah Robotics Competition 2018

Image Preview

Jakarta (Humas MAN 3 Jakarta) – Smart Reforse System (SRS) sebagai alat pendeteksi banjir bandang karya siswa MAN 3 Jakarta berhasil menjadi salah satu pemenang dalam Madrasah Robotics Competition 2018 yang diselenggarakan di Depok Town Square, Minggu (4/11/2018).
Kegiatan Kompetisi Robotik Madrasah yang berlangsung pada tanggal 3 - 4 November 2018 ini dibuka oleh Dirjen Pendidikan Islam dan diikuti oleh 182 tim yang pada setiap timnya terdiri dari 2 siswa . Kegiatan dengan tema “Robot Rescue: Robot Mitigasi Bencana” ini, merupakan salah satu agenda prioritas Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KKSK) Kementerian Agama yang bertujuan agar siswa madrasah bisa mengaktualisasikan diri megembangkan ilmunya untuk semakin berkreasi.
MAN 3 Jakarta mengirimkan 2 tim untuk mengikuti kegiatan ini. Tim I yang terdiri dari Ali Hasan dan Alif Fauzan Nugroho, keduanya dari kelas XII IPA 2 berhasil memperoleh medali Perunggu dalam jenis lomba Rancang Bangun Mesin Otomasi Bencana, kategori The Best Technology tingkat Madrasah Aliyah. Sedangkan di Tim II yang beranggotakan Fian Irfani (XII IPA 2) dan Muhammad  Rayhan  Maulana (XI Keagamaan) berhasil merebut medali Perak dalam jenis lomba Robot Rescue Mobile, kategori The Best Design.

Kepala MAN 3 Jakarta berharap agar prestasi MAN 3 Jakarta dalam bidang Robotik bisa terus dipertahankan. Lebih lanjut, Usman Ali berpesan kepada pembina ekskul robotik MAN 3 Jakarta agar terus digali bibit-bibit baru yang unggul dan berpotensi di bidang robotik sehingga bisa memotivasi dan memberikan semangat bukan hanya kepada siswa siswi tetapi juga pada guru-gurunya. /sm

Siswa MAN 3 Jakarta mengikuti kegiatan Belajar Bareng di Museum Kebangkitan Nasional

Image Preview

Jakarta – (Humas MAN 3 Jakarta) – Dalam upaya memperkenalkan gerakan cinta Museum, Museum Kebangkitan Nasional Jakarta menyelenggarakan kegiatan yang bertemakan  “Belajar Bareng di Museum”, Kamis (8/11).
Kegiatan ini diikuti oleh 150 siswa pelajar dari SMA 30, SMA 1, SMA KETAPANG, SMA 68,S MA TAMAN MADYA dan MAN 3 JAKARTA. Selain mendapat materi tentang perkembangan gedung saat masa penjajahan dan sesudahnya sampai sekarang, mereka juga berdiskusi tentang sejarah perkembangan gerakan kebangkitan nasional.
Mardi Thesianto mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa. Kepala Museum Kebangkitan Nasional ini membidik para remaja dengan harapan kegiatan ini dapat menjadi salah satu cara pembentuk karakter di kalangan generasi milenia.
Gedung Museum Kebangkitan Nasional yang berlokasi di Jalan Abdurrahman Saleh No.26, tak jauh dari Pasar Senen ini dibangun pada tahun 1899 tapi sempat terhenti dan baru pada tahun 1902 gedung ini diresmikan. Setelah diresmikan gedung ini pernah digunakan untuk rumah sakit, sekolah dokter jawa dan sekolah apoteker.
Kekhawatiran akan kurangnya tenaga kesehatan untuk menghadapi berbagai macam penyakit berbahaya di wilayah-wilayah jajahannya, membuat pemerintah kolonial menetapkan perlunya diselenggarakan suatu kursus juru kesehatan di Hindia Belanda. Pada 2 Januari 1849, dikeluarkanlah Surat Keputusan Gubernemen no. 22 mengenai hal tersebut, dengan menetapkan tempat pendidikannya di Rumah Sakit Militer (sekarang RSPAD Gatot Subroto) di kawasan Weltevreden, Batavia. STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) adalah sebuah sekolah dokter yang masih berkembang dengan nama Sekolah Dokter Jawa yang yang didirikan pada tahun 1851 di Rumah Sakit Militer Weltevreeden atau yang sekarang disebut Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Karena perkembangan yang pesat, STOVIA kemudian pindah dari daerah Kwini Senen ke Salemba yang kini menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kampus yang terletak di Kwini sejak tahun 1926 dialihfungsikan menjadi tempat pendidikan MULO, setingkat SMP dan AMS, setingkat SMA.
Pada tahun 5 Juni 1853, kegiatan kursus juru kesehatan ditingkatkan kualitasnya melalui Surat Keputusan Gubernemen no. 10 menjadi Sekolah Dokter Djawa, dengan masa pendidikan tiga tahun. Lulusannya berhak bergelar "Dokter Djawa", akan tetapi sebagian besar pekerjaannya adalah sebagai mantri cacar. Selanjutnya Sekolah Dokter Djawa terus-menerus mengalami perbaikan dan penyempurnaan kurikulum. Pada tahun 1889 namanya diubah menjadi School tot Opleiding van Inlandsche Geneeskundigen (atau Sekolah Pendidikan Ahli Ilmu Kedokteran Pribumi), lalu pada tahun 1898 diubah lagi menjadi School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (atau Sekolah Dokter Pribumi). Akhirnya pada tahun 1913, diubahlah kata Inlandsche (pribumi) menjadi Indische (Hindia) karena sekolah ini kemudian dibuka untuk siapa saja, termasuk penduduk keturunan "Timur Asing” dan Eropa, sedangkan sebelumnya hanya untuk penduduk pribumi.
Yang menarik dalam model pendidikan di STOVIA adalah dari sekitar 700 siswa yang lulus ujian dan masuk dengan biaya sendiri, ternyata hanya sekitar 100 orang yang berhasil lulus dan menamatkan pendidikannya, karena proses pembelajaran yang ketat dan betul-betul sulit. Disekolah dokter jawa tidak ada sistem remedial, jadi kalau tidak lulus ya bener-benar tidak lulus. Beberapa tokoh pergerakan seperti Ki Hadjar Dewantara, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan R. Soetomo pernah menimba ilmu.
Ketika Netty Nirmala menanyakan “bagaimana kalau sistem pendidikan STOVIA ini diterapkan di MAN 3 Jakarta ?”, Guru sejarah ini mendapatkan jawaban kompak dari seluruh siswa MAN 3 yang ikut, “ Jangan bu, kita tidak kuat, nanti banyak yang tidak lulus, karena mapelnya kan banyak.”

Gedung ini juga merupakan saksi lahirnya organisasi-organisasi pergerakan kebangsaan, yaitu Boedi Oetomo, Trikoro Dharmo (Jong Java), Jong Minahasa, dan Jong Ambon. Komplek gedung berbentuk segi empat ini pernah dijadikan empat buah museum yaitu Museum Budi Utomo, Museum Wanita, Museum Pers dan Museum Kesehatan sampai akhirnya pada 7 Februari 1984 menjadi Museum Kebangkitan Nasional. /SM

ITC Robotik MAN 3 Jakarta Menangkan Indonesia Sains Engenering Festival

Image Preview

Jakarta (Humas MAN 3 Jakarta) --- Asian Youth Robotic Assosiation (AYRA) kembali mengadakan event Indonesia Sains Engenering Festival (ISEF) di Jugleland, Sentul Nirwana - Bogor.  Minggu (11/11).
Selain itu ISEF juga mengadakan kegiatan Seminar Parenting dan Workshop Robotik. Kegiatan kompetisi robotik diikuti oleh 160 team dan melombakan 7 kategori lomba untuk level Junior (SD) dan Senior (SMP-SMA).
Alhamdulillah, MAN 3 Jakarta berhasil mendapatkan 3 juara dalam 2 kategori yang dilombakan. Muhammad Bagus Prasetyo, kelas XI Keagamaan berhasil mendapatkan medali emas dalam kategori Drone Coding Mission. Sedangkan Alif Fauzan Nugroho dan Fian Irfani, keduanya dari kelas XII IPA 2 berhasil mendapatkan medali emas dan perunggu dalam kategori item recycle atau memindahkan barang sesuai tempat yang ditetapkan.
Ratno Pujianto berharap agar tahun depan MAN 3 Jakarta bisa mempunyai drone sendiri dan bisa digunakan untuk meliput kegiatan madrasah dan juga membantu kegiatan pembelajaran di MAN 3 Jakarta.
Pembina ektrakulikuler ICT ini berterimakasih kepada seluruh guru, terutama wali kelas XII IPA 2 yang sudah mengizinkan siswanya untuk mengikuti lomba robotik.

Untuk kelas XII, kegiatan ini merupakan kegiatan lomba terakhir mereka, karena setelah itu mereka sudah diharapkan lebih fokus pada persiapan Ujian. /SM
 
Copyright © 2014 MAN 3 Jakarta PIC TIK dan PIC Humas MAN 3 Jakarta.